Perselingkuhan merupakan suatu peristiwa yang tidak hanya menyakiti perasaan, tetapi juga dapat merusak suatu komitmen hubungan seseorang. Perselingkuhan juga dekat hubungannya dengan kebohongan, sehingga tidak mengejutkan bila kita jumpai seseorang yang melakukan perselingkuhan, akan tetap berprilaku romantis pada pasangannya. Berbagai macam alasan selingkuh yang dapat dijumpai di sekitar kita, seperti kebosanan, merasa tidak diperdulikan, blas dendam, dorongan seksual, jatuh cinta lagi dan masih banyak alasan yang lain. Salah satu alasan selingkuh yang paling populer adalah adanya perubahan perasaan terhadap pasangannya dan hubungan yang tidak sehat.
Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan mengakibatkan adanya kemudahan dalam cara selingkuh. Sehingga semakin tahun jumlah perselingkuhan semakin meningkat. Hal ini juga dibuktikan dengan pengakuan perselingkuhan yang dilakukan oleh hampir 60% orang yang keadaan rumah tangganya dianggap baik-baik saja. Sebenarnya banyak hal yang dapat Anda lakukan sebagai usaha dalam mencegah selingkuh. Meskipun telah banyak yang mengetahui bahwa usaha mencegah selingkuh merupakan suatu trik keterampilan yang harus dipelajari.
Setiap orang harus setia dengan suatu komitmen hubungan yang telah dibuatnya dengan pasangan. Tetapi kadang kala kondisi, situasi, perasaan atau sifat masing-masing pasangan dapat menjadi alasan selingkuh yang kadang sulit dikendalikan. Alasan tersebut perlu diketahui sebelum mengidentifikasi peluang atau kemungkinan terjadinya perselingkuhan, dan sebagai pedoman dalam memilih tindakan pencegahan apa yang sesuai bagi Anda. Berikut merupakan beberapa hal lain yang sebaiknya diketahui, selain alasan selingkuh sebelum melakukan tindakan untuk mencegah selingkuh:
- Sifat dan tingkat kesetiaan masing-masing pasangan.
- Media yang mendukung terjadinya selingkuh.
- Kemungkinan cara selingkuh yang akan digunakan oleh pasangan.
- Mengintropeksi kepribadian dan kekurangan dalam menjalani hubungan dengan pasangan.
- Ada tidaknya campur tangan orang lain dalam menjalin hubungan.
Untuk mencapai kesuksesan dalam usaha mencegah selingkuh, dibutuhkan beberapa sikap dan perasaan, seperti cinta dan memahami pasangan, kesabaran, toleransi, serta tekad yang kuat. Sebab godaan untuk melakukan segala macam cara selingkuh akan semakin banyak dan mudah, ketika Anda memulai untuk mencegahnya. Berikut merupakan beberapa tindakan yang dapat lakukan sebagai usaha mencegah selingkuh dalam hubungan Anda:
• Mencari pasangan yang setia dan tidak suka berbohong merupakan cara awal untuk mencegah selingkuh dalam hubungan. Jika Anda memiliki prioritas mencari pasangan karena kekayaan, ketampanan dan wibawa dalam lingkungan pergaulan, tidak akan menjamin kesetiaan pada suatu hubungan. Dan sering kali, kita dibutakan oleh cinta yang tumbuh karena segala keromantisan yang dilakukan oleh seseorang. Oleh sebab itu, berhati-hatilah dalam memilih pasangan. Selain menggunakan perasaan cinta, gunakan pula akal sehat Anda dalam memilih pasangan.
• Komunikasi aktif dalam menjalin suatu hubungan merupakan hal yang penting. Komunikasi dengan pasangan bukan sama artinya dengan mengintrogasi pasangan atas segala kecurigaan kita. Komunikasi tidak perlu dilakukan dengan cara formal sehingga menciptakan suasana yang kurang nyaman yang menjadi suatu tekanan. Lakukan komunikasi terbuka dengan pasangan sebagai upaya untuk memahami satu sama lain dan menghindarkan terjadinya kesalahpahaman yang sering menjadi alasan selingkung.
• Seks sering menjadi penyebab perselingkuhan, tetapi juga dapat menjadi cara efektif mencegah selingkuh. Sebab jika Anda dan pasangan sangat menikmati kehidupan seksual dalam hubungan, maka dapat meningkatkan keharmonisan dan rasa cinta di masing-masing pihak.
• Mendukung dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan atau kegemaran pasangan. Sebab cara selingkuh akan mudah muncul dari seringnya aktifitas yang dilalui dengan orang lain. Hal ini erat kaitannya dengan kegemaran pasangan, jangan biarkan pasangan Anda larut dengan segala aktifitas kegemarannya bersama lawan jenis yang berpotensi terjadi perselingkuhan. Maka jalan terbaik adalah dukung dan tunjukkan ketertarikan Anda terhadap kegemaran pasangan, serta cobalah untuk bersama-sama melakukan kegiatan tersebut. Perlu di ingat, jangan pernah melarang pasangan atas segala kegemarannya secara langsung, sebab dia cenderung tetap melakukan tanpa sepengetahuan Anda. Dan hal tersebut dapat menjadi alasan selingkuh bagi pasangan Anda.
• Menghargai pasangan dengan membuat komitmen bersama atau batasan-batasan masing-masing pihak dalam berprilaku. Cinta kadang dapat tumbuh untuk kedua kalinya, yang disebabkan oleh beberapa hal seperti sering bertemu, atau memiliki hubungan pertemanan yang terlalu dekat. Tumbuhnya rasa simpati dan cinta kepada orang lain dapat memunculkan alasan selingkuh pada seseorang. Biasanya diawali dari kedekatan secara emosional, kemudian saling bertukar pikiran dan pendapat tentang masalah pribadi. Maka sebaiknya tidak menceritakan segala permasalahan pribadi pada orang lain.
• Menjahui lingkungan yang kurang sehat bagi hubungan Anda. Saat ini, terdapat beberapa tempat dan fasilitas yang dapat menjadi cara selingkuh efektif. Contohnya, klub malam identik dengan lingkungan yang mentolerir adanya perselingkuhan, atau situs kencan online yang juga sering digunakan untuk perselingkuhan. Sebab pola pikir dan cara pandang seseorang sangat mudah dipengaruhi oleh lingkungannya.
• Menjadikan kenangan manis dengan pasangan sebagai benteng pertahanan hubungan Anda. Misalnya, dengan selalu menggunakan cincin perkawinan, dan meletakkan foto-foto Anda dan pasangan pada saat terindah di tempat yang mudah dilihat. Benda-benda tersebut dapat mengingatkan perasaan cinta yang besar, kebahagiaan, dan menumbuhkan rasa kesetiaan kepada pasangan. Sehingga tidak ada lagi alasan selingkuh yang dapat diungkapkan.
• Selalu bertekad untuk setia pada pasangan. Hal yang terbaik dalam mencegah selingkuh adalah dorongan motivasi setia yang kuat dari dalam diri. Hal tersebut dapat menciptakan pengendalian diri yang cukup besar terhadap segala jenis godaan perselingkuhan.



March 1st, 2011
Nurita Hardini Meita Sari
Posted in
Tags: 

